Pengertian Topologi Jaringan
Topologi jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green, 1985:22). Adapun pengertian lain dari pakar teknologi, seperti :
1. Zymon Machajewski Menurut Zymon Machajewski pengertian topologi jaringan adalah seperangkat komputer yang saling terhubung secara bersamaan satu dengan lainnya dengan tujuan utama, yakni untuk saling berbagi sumberdaya. Internet adalah salah satu sumberdaya yang saat ini banyak digunakan di dalam suatu jaringan komputer.
2. Jafar Noor Yudianto Menurut Jafar Noor Yudianto pengertian topologi jaringan adalah suatu sistem yang terdiri atas sebuah beberapa komputer yang didesain untuk bisa saling berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan bisa mengakses informasi (peramban web). 3. Umi Proboyekti Menurut Umi Proboyekti pengertian topologi jaringan adalah suatu sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melakukan tugasnya. Contoh, dua buah komputer dapat dikatakan terhubung jika keduanya bisa saling bertukar informasi. Bentuk koneksi tersebut bisa melalui: kawat tembaga, fiber optik, gelombang mikro, satelit komunikasi.
4. Abdul Kadil Menurut Abdul Kadil pengertian topologi jaringan adalah suatu hubungan dua buah simpul (umumnya berupa komputer) atau lebih yang tujuan utamanya yaitu untuk melakukan pertukaran data.
5. Izaas El Said Menurut Izaas El Said definisi tempat jaringan komputer adalah sebuah sistem dimana terdapat beberapa komputer yang saling terhubung, agar bisa saling berbagi informasi dan juga sumber daya yang dimilikinya.
6. Budhi Irawan Menurut Budhi Irawan pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
7. Kristanto Menurut Kristanto pengertian topologi jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling terhubung satu sama lain, dengan memakai satu protokol komunikasi sehingga semua komputer yang saling terhubung tersebut bisa berbagi informasi, program, sumber daya dan juga bisa saling menggunakan perangkat keras lainnya secara bersamaan, misalnya printer, harddisk, lain-lain.
Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan perangkat lainnya Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer .
Topologi Bus
Topologi bus adalah topologi jaringan yang lebih sederhana. Pada umumnya topologi jaringan ini dilakukan pada installasi jaringan berbasis kabel coaxial.
Topologi ini memakai kabel coaxial pada sepanjang node client dan konektor. Jenis konektor yang digunakan adalah BNC, Terminator, dan TBNC.
Jenis topologi ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer perusahaan dengan skala kecil. Karakteristik khusus topologi bus yaitu penggunaan kabel tunggal yang terbentang di sepanjang jaringan dan berfungsi sebagai kabel utama (backbone)
. • Setiap perangkat komputer terhubung dengan kabel utama (backbone) dimana masing-masing komputer dapat saling berkirim dan menerima paket data.
• Proses pengiriman paket data antar komputer hanya dapat dilakukan ketika kabel utama dalam keadaan bebas dimana komputer lain sedang tidak melakukan pertukaran data.
• Pengiriman data dari suatu komputer ke komputer lainnya dilakukan dengan menggunakan sinyal yang tersebar di kabel jaringan. Hanya komputer dengan IP atau alamat MAC yang sama dengan yang dituju yang akan menerima sinyal.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus
Kelebihan Topologi Bus
: • Kemudahan dalam penambahan client atau workstation baru
• Mudah digunakan dan sangat sederhana
• Biaya instalasi murah karena kabel yang digunakan sedikit
• Jarak LAN tidak terbatas
• Kecepatan pengiriman tinggi
. • Tidak diperlukan pengendali pusat
. • Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
• Kemampuan pengembangan tinggi.
• Keterandalan jaringan tinggi.
• Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.
Kekurangan Topologi Bus:
• Sering terjadi tabrakan arus data
• Proses pengiriman dan penerimaan data kurang efisien
• Topologi bus yang lama sulit untuk dikembangkan
• Jika ada masalah pada kabel, misalnya terputus, maka komputer workstation akan terganggu.
• Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
• Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
• Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.
Topologi Ring
Topologi ring merupakan topologi dimana setiap perangkat dihubungkan sehingga berbentuk lingkaran. Setiap informasi yang diperoleh akan diperiksa alamatnya oleh perangkat jika sesuai maka informasi akan diproses sedangkan jika tidak maka informasi diabaikan. Jenis topologi ini paling banyak digunakan di lingkungan perkantoran atau perusahaan. Secara umum, topologi ring memiliki karakteristik khusus, yaitu menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable yang membentuk jaringan seperti lingkaran dan terdiri dari beberapa node yang disusun secara seri.
cara kerja topologi jaringan ring adalah sebagai berikut :
• Masing-masing node pada sentral terdapat penguat sinyal di kedua sisinya. Dengan begitu, maka setiap perangkat akan saling menguatkan sinyal. • Proses penerimaan dan penerusan sinyal dibantu oleh sebuah token. Alat bernama token ini juga berfungsi sebagai pengantar data ketika dibutuhkan oleh sebuah node. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring Kelebihan Topologi Ring: • Kecepatan pengiriman tinggi. • Dapat melayani traffic yang padat. • Tidak diperlukan host, relatif murah. • Dapat melayani berbagai mesin pengirim. • Komunikasi antar terminal mudah. • Waktu yang diperlukan untuk pengaksesan data optimal. • Biaya untuk instalasinya cenderung murah • Performa koneksi cukup baik • Proses instalasi dan konfigurasi cukup mudah • Implementasinya mudah dilakukan Kekurangan Topologi Ring: • Jika terjadi masalah, troubleshooting jaringan ini terhitung rumit • Pada jaringan ini tabrakan arus data sangat rentan terjadi • Koneksi pada jaringan akan terputus jika salah satu koneksi bermasalah • Perubahan jumlah perangkat sulit. • Kerusakan pada media pengirim dapat mempengaruhi seluruh jaringan. • Harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi kesalahan untuk kemudian di isolasi. • Kerusakan salah satu perangkat menyebabkan kelumpuhan jaringan. • Tidak baik untuk pengiriman suara, video dan data. Topologi Tree Topologi tree merupakan generalisasi dari topologi bus, media transmisi berupa kabel yang bercabang tanpa loop tertutup.Topologi tree selalu dimulai pada titik yang disebut headend. Satu atau beberapa kabel berasal dari headend. Topologi tree atau topologi pohon adalah hasil penggabungan dari topologi bus dan topologi star. Topologi jaringan berbentuk tree pada umumnya dipakai untuk interkoneksi antara hirarki dengan pusat yang berbeda-beda. Jenis topologi jaringan ini memiliki karakteristik khusus, yaitu adanya kabel utama sebagai penghubung beberapa hub pada jaringan star, memiliki hierarki, dan memiliki hub sebagai server pusat yang mengatur arus data. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree Kelebihan Topologi Tree: • Dapat dan mudah dikembangkan menjadi topologi jaringan yang lebih luas • Susunan topologi ini terpusat secara hirarki sehingga pengaturan data menjadi lebih mudah • Dapat diandalkan • Mudah dikembangkan • Keamanan data tinggi • Kemudahan akses ke jaringan LAN lain Kekurangan Topologi Tree: • Topologi tree memiliki kinerja jaringan yang lambat • Penggunaan kabel yang sangat banyak sehingga biaya installasinya mahal • Kabel backbone merupakan sentral dari topologi ini • Bila komputer bagian atas bermasalah, maka komputer bagian bawah juga akan bermasalah • Karena data yang dikirim diterima oleh semua perangkat diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi perangkat yang ingin di tuju. • Diperlukan mekanisme transmisi data untuk menghindari overlapping sinyal jika 2 perangkat mengirim data secara bersamaan. Topologi Mesh Topologi jaringan mesh (jala) adalah suatu topologi jaringan dimana setiap perangkat komputer saling terhubung secara langsung (dedicated link). Topologi mesh biasanya digunakan untuk rute yang banyak dengan menggunakan kabel tunggal sehingga proses pengiriman data menjadi lebih cepat tanpa melalui hub atau switch. Jenis topologi yang merupakan dari berbagai jenis topologi yang lain(disesuaikan dengan kebutuhan). Biasanya digunakan pada jaringan yang tidak memiliki terlalu banyak node di dalamnya. Dikarenakan setiap perangkat dihubungkan dengan perangkat lainnya cara kerja topologi mesh adalah sebagai berikut: • Setiap node dalam jaringan komputer terhubung secara langsung ke node yang dituju dengan menggunakan kabel. • Proses transfer data antar perangkat komputer berlangsung lebih cepat karena terhubung langsung dengan menggunakan kabel. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh Kelebihan Topologi Mesh: • Bandwidth limit nya cukup besar • Security data pada topologi ini sangat baik • Tidak terjadi tabrakan arus data karena jalur pengiriman data sangat banyak • Memiliki respon waktu cepat. • Tidak memerlukan protocol tambahan karena tidak ada fungsi switching. Kekurangan Topologi Mesh: • Kabel yang dibutuhkan jumlahnya banyak • Biaya installasi topologi mesh sangat mahal karena menggunakan banyak kabel • Installasinya sangat rumit Topologi Peer to Peer Topologi Peer to Peer adalah topologi jaringan dalam komputer dimana konsepnya memakai jaringan peer to peer, artinya setiap komputer dalam satu jaringan saling berinteraksi satu sama lain tanpa adanya server sehingga setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server itu sendiri. Untuk installasi topologi jaringan peer to peer ini cukup murah dan mudah dilakukan. Karena topologi jaringan peer-to-peer ini hanya menggunakn dua komputer yang memiliki Network Interface Card (NIC) dan tersambung ke jaringan yang sama. Begitu komputer bisa terhubung, pengguna akan bisa berbagi data atau informasi secara langsung dengan pengguna lain dan mengarahkannya. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Peer to Peer Kelebihan Topologi Peer to Peer: • Biaya installasi sangat murah • Proses installasi mudah • Topologi Peer to Peer bersifat lebih independen, dimana setiap komputer dalam jaringan tersebut dapat bertindak sendiri tanpa harus ketergantungan pada sebuah server maupun perangkat penghubung jaringan lainnya (switch, hub) • Setiap perangkat jaringan topologi peer-to-peer dapat mentransfer file dan menerima file yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna. • Menggunakan topologi jaringan peer-to-peer tidak akan mengacaukan pekerjaan komputer lain di jaringan. Ini karena setiap komputer telah menyimpan file yang dimilikinya dan file tersebut juga bisa digunakan dengan komputer lain. Kekurangan Topologi Peer to Peer: • Topologi ini sangat sulit dikembangkan • Tingkat keamanan topologi jaringan jenis ini dinilai kurang aman karena setiap komputer dalam jaringan memiliki sistem keamanan yang berbeda satu sama lain. • Pengaturan dan konfigurasi jaringan peer to peer lebih rumit. • Konsep penyimpanan data di jaringan peer topologi milik masing-masing komputer. Dengan demikian, ketika salah satu komputer di jaringan terputus, akses ke data terganggu. Topologi Linier Topologi linier atau sering disebut dengan topologi bus berurut atau topologi runtut. Topologi ini umumnya hanya memakai satu kabel utama sebagai konektor masing-masing titik sambungan pada setiap komputer. Karakteristik khusus pada jenis topologi ini adalah penggunaan konektor BNC dan kabel RJ 58 dimana skema jaringannya mirip seperti topologi bus. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Linier Kelebihan Topologi Linier: • Mudah untuk mengatur dan memperluas jaringan komputer • Kabel sangat rendah, dibandingkan dengan jenis topologi jaringan lainnya, panjang kabel yang dibutuhkan dalam topologi linier kurang. • Biaya konstruksinya sangat murah dan ekonomis, karena Anda hanya perlu beberapa kabel. Maksimum komputer dalam jaringan sekitar 5-7 buah. • Tata letaknya sederhana, jadi Anda tidak perlu terlalu rumit dalam pemasangan • Tidak memerlukan kontrol pusat (server), sehingga semua komputer di jaringan dapat bekerja tanpa sentral (server) • Mudah dikembangkan • Proses penambahan dan pengurangan terminal tidak akan sepenuhnya mengganggu operasi yang sedang berlangsung • Jaringan bus linear sangat banyak digunakan dalam jaringan skala kecil, sehingga akan sangat baik untuk jaringan LAN. Kekurangan Topologi Liner: • Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi • Kemanan data yang kurang baik • Jika ada peningkatan jumlah pengguna, itu akan berdampak pada pengurangan kecepatan jaringan. Sehingga membuat proses transfer data bisa melambat. • Membutuhkan repeater jika digunakan untuk transfer jarak jauh. • Penggunaan terminator adalah sesuatu yang wajib dan harus tepat, ini karena untuk menghilangkan sinyal membutuhkan penghentian yang tepat • Ada batas panjang kabel utama dan jumlah node yang dapat dihubungkan dalam jaringan. • Sangat tergantung pada kabel pusat, sehingga ketika kabel utama dalam jaringan bermasalah akan menyebabkan seluruh jaringan menjadi rusak. • Sulit untuk mendeteksi masalah ketika mereka terjadi hanya pada satu komputer. • Deteksi dan isolasi kesalahan yang terjadi di jaringan akan sangat sedikit dilakukan 8. Topologi Hybrid topologi hybrid adalah suatu topologi jaringan yang menggabungkan dua atau lebih topologi yang berbeda dan membentuk jaringan komputer yang baru. Sebagai contoh, sebuah jaringan komputer dengan topologi star dihubungkan dengan jaringan komputer lainnya dengan topologi ring sehingga keduanya menghasilkan jaringan baru yang disebut topologi hybrid. Penggabungan dua topologi jaringan atau lebih pada topologi hybrid akan menghasilkan suatu struktur jaringan yang rumit. Namun, pada umumnya topologi ini dapat berjalan dengan baik dan jarang terjadi masalah. karakteristik topologi hybrid adalah sebagai berikut: • Dalam topologi ini terdapat dua jenis topologi yang berbeda atau lebih, dimana semuanya menjadi satu kesatuan. • Topologi ini memiliki karakteristik topologi asal yang membangunnya. Jika jaringannya terdiri dari topologi ring dan star, maka dalam topologi hybrid akan terdapat karakteristik kedua topologi tersebut. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid Kelebihan Topologi Hybrid: • Topologi ini sifatnya fleksibel • Proses transfer data dapat berjalan dengan baik meskipun terjadi sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda dengan berbagai konfigurasinya. • Kecepatan aliran data dalam jaringan dapat berjalan dengan stabil karena terdapat gabungan kelebihan dari masing-masing topologi yang berbeda. • Topologi ini dapat dikembangkan dengan mudah tanpa mengubah topologi yang sudah ada, misalnya menambahkan node baru dengan topologi jaringan yang berbeda. • Dapat digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda sehingga setiap komputer dalam jaringan dapat saling bertukar data. Kekurangan Topologi Hybrid: • Penggabungan beberapa topologi ke dalam satu struktur jaringan membuat topologi hybrid cukup sulit untuk dikelola. • Biaya untuk membuat topologi ini cukup mahal • Proses instalasi dan konfigurasi topologi ini termasuk rumit karena harus menggabungkan beberapa topologi yang berbeda dimana pada saat yang sama harus memastikan semua node berjalan dengan baik. Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/topologi-jaringan.html https://www.kajianpustaka.com/2013/02/pengertian-jenis-topologi-jaringan.html http://www.teorikomputer.com/2015/04/pengertian-topologi-jaringan-peer-to.html https://ngelag.com/pengertian-topologi-peer-peer-dan-kelebihan-kekurangannya/ https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/topologi-hybrid.html https://www.laptopsiipat.com/2017/12/pengertian-karakteristik-kelebihan-kekurangan-topologi-linier.html https://ruangguru.co/pengertian-topologi-linier/
Topologi jaringan adalah sebuah pola interkoneksi dari beberapa terminal komputer. Topologi jaringan merupakan representasi geometri dari hubungan antar perangkat (terminal komputer, repeaters, bridges) satu dengan lainnya (Green, 1985:22). Adapun pengertian lain dari pakar teknologi, seperti :
1. Zymon Machajewski Menurut Zymon Machajewski pengertian topologi jaringan adalah seperangkat komputer yang saling terhubung secara bersamaan satu dengan lainnya dengan tujuan utama, yakni untuk saling berbagi sumberdaya. Internet adalah salah satu sumberdaya yang saat ini banyak digunakan di dalam suatu jaringan komputer.
2. Jafar Noor Yudianto Menurut Jafar Noor Yudianto pengertian topologi jaringan adalah suatu sistem yang terdiri atas sebuah beberapa komputer yang didesain untuk bisa saling berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan bisa mengakses informasi (peramban web). 3. Umi Proboyekti Menurut Umi Proboyekti pengertian topologi jaringan adalah suatu sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melakukan tugasnya. Contoh, dua buah komputer dapat dikatakan terhubung jika keduanya bisa saling bertukar informasi. Bentuk koneksi tersebut bisa melalui: kawat tembaga, fiber optik, gelombang mikro, satelit komunikasi.
4. Abdul Kadil Menurut Abdul Kadil pengertian topologi jaringan adalah suatu hubungan dua buah simpul (umumnya berupa komputer) atau lebih yang tujuan utamanya yaitu untuk melakukan pertukaran data.
5. Izaas El Said Menurut Izaas El Said definisi tempat jaringan komputer adalah sebuah sistem dimana terdapat beberapa komputer yang saling terhubung, agar bisa saling berbagi informasi dan juga sumber daya yang dimilikinya.
6. Budhi Irawan Menurut Budhi Irawan pengertian topologi jaringan komputer adalah suatu sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
7. Kristanto Menurut Kristanto pengertian topologi jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling terhubung satu sama lain, dengan memakai satu protokol komunikasi sehingga semua komputer yang saling terhubung tersebut bisa berbagi informasi, program, sumber daya dan juga bisa saling menggunakan perangkat keras lainnya secara bersamaan, misalnya printer, harddisk, lain-lain.
Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan perangkat lainnya Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer .
Topologi Bus
Topologi bus adalah topologi jaringan yang lebih sederhana. Pada umumnya topologi jaringan ini dilakukan pada installasi jaringan berbasis kabel coaxial.
Topologi ini memakai kabel coaxial pada sepanjang node client dan konektor. Jenis konektor yang digunakan adalah BNC, Terminator, dan TBNC.
Jenis topologi ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer perusahaan dengan skala kecil. Karakteristik khusus topologi bus yaitu penggunaan kabel tunggal yang terbentang di sepanjang jaringan dan berfungsi sebagai kabel utama (backbone)
. • Setiap perangkat komputer terhubung dengan kabel utama (backbone) dimana masing-masing komputer dapat saling berkirim dan menerima paket data.
• Proses pengiriman paket data antar komputer hanya dapat dilakukan ketika kabel utama dalam keadaan bebas dimana komputer lain sedang tidak melakukan pertukaran data.
• Pengiriman data dari suatu komputer ke komputer lainnya dilakukan dengan menggunakan sinyal yang tersebar di kabel jaringan. Hanya komputer dengan IP atau alamat MAC yang sama dengan yang dituju yang akan menerima sinyal.
Kelebihan dan Kekurangan Topologi Bus
Kelebihan Topologi Bus
: • Kemudahan dalam penambahan client atau workstation baru
• Mudah digunakan dan sangat sederhana
• Biaya instalasi murah karena kabel yang digunakan sedikit
• Jarak LAN tidak terbatas
• Kecepatan pengiriman tinggi
. • Tidak diperlukan pengendali pusat
. • Jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain.
• Kemampuan pengembangan tinggi.
• Keterandalan jaringan tinggi.
• Kondusif untuk jaringan gedung bertingkat.
Kekurangan Topologi Bus:
• Sering terjadi tabrakan arus data
• Proses pengiriman dan penerimaan data kurang efisien
• Topologi bus yang lama sulit untuk dikembangkan
• Jika ada masalah pada kabel, misalnya terputus, maka komputer workstation akan terganggu.
• Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
• Diperlukan repeater untuk memperkuat sinyal.
• Operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat.
Topologi Ring
Topologi ring merupakan topologi dimana setiap perangkat dihubungkan sehingga berbentuk lingkaran. Setiap informasi yang diperoleh akan diperiksa alamatnya oleh perangkat jika sesuai maka informasi akan diproses sedangkan jika tidak maka informasi diabaikan. Jenis topologi ini paling banyak digunakan di lingkungan perkantoran atau perusahaan. Secara umum, topologi ring memiliki karakteristik khusus, yaitu menggunakan kabel tipe UTP dan Patch Cable yang membentuk jaringan seperti lingkaran dan terdiri dari beberapa node yang disusun secara seri.
cara kerja topologi jaringan ring adalah sebagai berikut :
• Masing-masing node pada sentral terdapat penguat sinyal di kedua sisinya. Dengan begitu, maka setiap perangkat akan saling menguatkan sinyal. • Proses penerimaan dan penerusan sinyal dibantu oleh sebuah token. Alat bernama token ini juga berfungsi sebagai pengantar data ketika dibutuhkan oleh sebuah node. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Ring Kelebihan Topologi Ring: • Kecepatan pengiriman tinggi. • Dapat melayani traffic yang padat. • Tidak diperlukan host, relatif murah. • Dapat melayani berbagai mesin pengirim. • Komunikasi antar terminal mudah. • Waktu yang diperlukan untuk pengaksesan data optimal. • Biaya untuk instalasinya cenderung murah • Performa koneksi cukup baik • Proses instalasi dan konfigurasi cukup mudah • Implementasinya mudah dilakukan Kekurangan Topologi Ring: • Jika terjadi masalah, troubleshooting jaringan ini terhitung rumit • Pada jaringan ini tabrakan arus data sangat rentan terjadi • Koneksi pada jaringan akan terputus jika salah satu koneksi bermasalah • Perubahan jumlah perangkat sulit. • Kerusakan pada media pengirim dapat mempengaruhi seluruh jaringan. • Harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi kesalahan untuk kemudian di isolasi. • Kerusakan salah satu perangkat menyebabkan kelumpuhan jaringan. • Tidak baik untuk pengiriman suara, video dan data. Topologi Tree Topologi tree merupakan generalisasi dari topologi bus, media transmisi berupa kabel yang bercabang tanpa loop tertutup.Topologi tree selalu dimulai pada titik yang disebut headend. Satu atau beberapa kabel berasal dari headend. Topologi tree atau topologi pohon adalah hasil penggabungan dari topologi bus dan topologi star. Topologi jaringan berbentuk tree pada umumnya dipakai untuk interkoneksi antara hirarki dengan pusat yang berbeda-beda. Jenis topologi jaringan ini memiliki karakteristik khusus, yaitu adanya kabel utama sebagai penghubung beberapa hub pada jaringan star, memiliki hierarki, dan memiliki hub sebagai server pusat yang mengatur arus data. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Tree Kelebihan Topologi Tree: • Dapat dan mudah dikembangkan menjadi topologi jaringan yang lebih luas • Susunan topologi ini terpusat secara hirarki sehingga pengaturan data menjadi lebih mudah • Dapat diandalkan • Mudah dikembangkan • Keamanan data tinggi • Kemudahan akses ke jaringan LAN lain Kekurangan Topologi Tree: • Topologi tree memiliki kinerja jaringan yang lambat • Penggunaan kabel yang sangat banyak sehingga biaya installasinya mahal • Kabel backbone merupakan sentral dari topologi ini • Bila komputer bagian atas bermasalah, maka komputer bagian bawah juga akan bermasalah • Karena data yang dikirim diterima oleh semua perangkat diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi perangkat yang ingin di tuju. • Diperlukan mekanisme transmisi data untuk menghindari overlapping sinyal jika 2 perangkat mengirim data secara bersamaan. Topologi Mesh Topologi jaringan mesh (jala) adalah suatu topologi jaringan dimana setiap perangkat komputer saling terhubung secara langsung (dedicated link). Topologi mesh biasanya digunakan untuk rute yang banyak dengan menggunakan kabel tunggal sehingga proses pengiriman data menjadi lebih cepat tanpa melalui hub atau switch. Jenis topologi yang merupakan dari berbagai jenis topologi yang lain(disesuaikan dengan kebutuhan). Biasanya digunakan pada jaringan yang tidak memiliki terlalu banyak node di dalamnya. Dikarenakan setiap perangkat dihubungkan dengan perangkat lainnya cara kerja topologi mesh adalah sebagai berikut: • Setiap node dalam jaringan komputer terhubung secara langsung ke node yang dituju dengan menggunakan kabel. • Proses transfer data antar perangkat komputer berlangsung lebih cepat karena terhubung langsung dengan menggunakan kabel. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Mesh Kelebihan Topologi Mesh: • Bandwidth limit nya cukup besar • Security data pada topologi ini sangat baik • Tidak terjadi tabrakan arus data karena jalur pengiriman data sangat banyak • Memiliki respon waktu cepat. • Tidak memerlukan protocol tambahan karena tidak ada fungsi switching. Kekurangan Topologi Mesh: • Kabel yang dibutuhkan jumlahnya banyak • Biaya installasi topologi mesh sangat mahal karena menggunakan banyak kabel • Installasinya sangat rumit Topologi Peer to Peer Topologi Peer to Peer adalah topologi jaringan dalam komputer dimana konsepnya memakai jaringan peer to peer, artinya setiap komputer dalam satu jaringan saling berinteraksi satu sama lain tanpa adanya server sehingga setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server itu sendiri. Untuk installasi topologi jaringan peer to peer ini cukup murah dan mudah dilakukan. Karena topologi jaringan peer-to-peer ini hanya menggunakn dua komputer yang memiliki Network Interface Card (NIC) dan tersambung ke jaringan yang sama. Begitu komputer bisa terhubung, pengguna akan bisa berbagi data atau informasi secara langsung dengan pengguna lain dan mengarahkannya. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Peer to Peer Kelebihan Topologi Peer to Peer: • Biaya installasi sangat murah • Proses installasi mudah • Topologi Peer to Peer bersifat lebih independen, dimana setiap komputer dalam jaringan tersebut dapat bertindak sendiri tanpa harus ketergantungan pada sebuah server maupun perangkat penghubung jaringan lainnya (switch, hub) • Setiap perangkat jaringan topologi peer-to-peer dapat mentransfer file dan menerima file yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna. • Menggunakan topologi jaringan peer-to-peer tidak akan mengacaukan pekerjaan komputer lain di jaringan. Ini karena setiap komputer telah menyimpan file yang dimilikinya dan file tersebut juga bisa digunakan dengan komputer lain. Kekurangan Topologi Peer to Peer: • Topologi ini sangat sulit dikembangkan • Tingkat keamanan topologi jaringan jenis ini dinilai kurang aman karena setiap komputer dalam jaringan memiliki sistem keamanan yang berbeda satu sama lain. • Pengaturan dan konfigurasi jaringan peer to peer lebih rumit. • Konsep penyimpanan data di jaringan peer topologi milik masing-masing komputer. Dengan demikian, ketika salah satu komputer di jaringan terputus, akses ke data terganggu. Topologi Linier Topologi linier atau sering disebut dengan topologi bus berurut atau topologi runtut. Topologi ini umumnya hanya memakai satu kabel utama sebagai konektor masing-masing titik sambungan pada setiap komputer. Karakteristik khusus pada jenis topologi ini adalah penggunaan konektor BNC dan kabel RJ 58 dimana skema jaringannya mirip seperti topologi bus. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Linier Kelebihan Topologi Linier: • Mudah untuk mengatur dan memperluas jaringan komputer • Kabel sangat rendah, dibandingkan dengan jenis topologi jaringan lainnya, panjang kabel yang dibutuhkan dalam topologi linier kurang. • Biaya konstruksinya sangat murah dan ekonomis, karena Anda hanya perlu beberapa kabel. Maksimum komputer dalam jaringan sekitar 5-7 buah. • Tata letaknya sederhana, jadi Anda tidak perlu terlalu rumit dalam pemasangan • Tidak memerlukan kontrol pusat (server), sehingga semua komputer di jaringan dapat bekerja tanpa sentral (server) • Mudah dikembangkan • Proses penambahan dan pengurangan terminal tidak akan sepenuhnya mengganggu operasi yang sedang berlangsung • Jaringan bus linear sangat banyak digunakan dalam jaringan skala kecil, sehingga akan sangat baik untuk jaringan LAN. Kekurangan Topologi Liner: • Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi • Kemanan data yang kurang baik • Jika ada peningkatan jumlah pengguna, itu akan berdampak pada pengurangan kecepatan jaringan. Sehingga membuat proses transfer data bisa melambat. • Membutuhkan repeater jika digunakan untuk transfer jarak jauh. • Penggunaan terminator adalah sesuatu yang wajib dan harus tepat, ini karena untuk menghilangkan sinyal membutuhkan penghentian yang tepat • Ada batas panjang kabel utama dan jumlah node yang dapat dihubungkan dalam jaringan. • Sangat tergantung pada kabel pusat, sehingga ketika kabel utama dalam jaringan bermasalah akan menyebabkan seluruh jaringan menjadi rusak. • Sulit untuk mendeteksi masalah ketika mereka terjadi hanya pada satu komputer. • Deteksi dan isolasi kesalahan yang terjadi di jaringan akan sangat sedikit dilakukan 8. Topologi Hybrid topologi hybrid adalah suatu topologi jaringan yang menggabungkan dua atau lebih topologi yang berbeda dan membentuk jaringan komputer yang baru. Sebagai contoh, sebuah jaringan komputer dengan topologi star dihubungkan dengan jaringan komputer lainnya dengan topologi ring sehingga keduanya menghasilkan jaringan baru yang disebut topologi hybrid. Penggabungan dua topologi jaringan atau lebih pada topologi hybrid akan menghasilkan suatu struktur jaringan yang rumit. Namun, pada umumnya topologi ini dapat berjalan dengan baik dan jarang terjadi masalah. karakteristik topologi hybrid adalah sebagai berikut: • Dalam topologi ini terdapat dua jenis topologi yang berbeda atau lebih, dimana semuanya menjadi satu kesatuan. • Topologi ini memiliki karakteristik topologi asal yang membangunnya. Jika jaringannya terdiri dari topologi ring dan star, maka dalam topologi hybrid akan terdapat karakteristik kedua topologi tersebut. Kelebihan dan Kekurangan Topologi Hybrid Kelebihan Topologi Hybrid: • Topologi ini sifatnya fleksibel • Proses transfer data dapat berjalan dengan baik meskipun terjadi sejumlah lalu lintas jaringan yang berbeda dengan berbagai konfigurasinya. • Kecepatan aliran data dalam jaringan dapat berjalan dengan stabil karena terdapat gabungan kelebihan dari masing-masing topologi yang berbeda. • Topologi ini dapat dikembangkan dengan mudah tanpa mengubah topologi yang sudah ada, misalnya menambahkan node baru dengan topologi jaringan yang berbeda. • Dapat digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih topologi jaringan yang berbeda sehingga setiap komputer dalam jaringan dapat saling bertukar data. Kekurangan Topologi Hybrid: • Penggabungan beberapa topologi ke dalam satu struktur jaringan membuat topologi hybrid cukup sulit untuk dikelola. • Biaya untuk membuat topologi ini cukup mahal • Proses instalasi dan konfigurasi topologi ini termasuk rumit karena harus menggabungkan beberapa topologi yang berbeda dimana pada saat yang sama harus memastikan semua node berjalan dengan baik. Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/topologi-jaringan.html https://www.kajianpustaka.com/2013/02/pengertian-jenis-topologi-jaringan.html http://www.teorikomputer.com/2015/04/pengertian-topologi-jaringan-peer-to.html https://ngelag.com/pengertian-topologi-peer-peer-dan-kelebihan-kekurangannya/ https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/komputer/topologi-hybrid.html https://www.laptopsiipat.com/2017/12/pengertian-karakteristik-kelebihan-kekurangan-topologi-linier.html https://ruangguru.co/pengertian-topologi-linier/

Komentar
Posting Komentar